Ia terhempas begitu kuat dan jauh dari dunianya. ia terhempas bersama puing puing ingatan masa lalu orang itu. seakan akan ia adalah puing tak berharga yang juga harus di enyahkan.
ia pun berusaha tuk bangkit. perlahan lahan. mulai dari bangun dari keterpurukannya. berusaha untuk berdiri dengan kaki nya sendiri tanpa ada tangan yang menopangnya. dan belajar untuk berjalan ke arah yang seharusnya ia lewati dulu.
kini, ia berusaha tuk memunguti serpihan serpihan itu. yaitu puing puing ingatan yang orang itu enyahkan. berusaha tuk memperbaikinya. yang dulunya hanya puing tak berharga, kini menjadi sebuah memori yang akan mengubah segalanya. ya, mengubah hidunya beserta hidup orang itu.
dan sekarang ia kembali. kembali dengan raga yang baru tentunya. raga yang lebih kuat dari yang dulu.
raga lama? ia telah lama menguburnya. oh bukan. dia tidak menguburnya. namun raga itu sendiri yang tak mampu tuk bangkit. dan ia tak mungkin untuk selalu mengikuti raga itu bukan?
dia harus bangkit dan meninggalkannya. menemukan raga yang lebih kuat dari sebelumnya.
ia pun berusaha tuk bangkit. perlahan lahan. mulai dari bangun dari keterpurukannya. berusaha untuk berdiri dengan kaki nya sendiri tanpa ada tangan yang menopangnya. dan belajar untuk berjalan ke arah yang seharusnya ia lewati dulu.
kini, ia berusaha tuk memunguti serpihan serpihan itu. yaitu puing puing ingatan yang orang itu enyahkan. berusaha tuk memperbaikinya. yang dulunya hanya puing tak berharga, kini menjadi sebuah memori yang akan mengubah segalanya. ya, mengubah hidunya beserta hidup orang itu.
dan sekarang ia kembali. kembali dengan raga yang baru tentunya. raga yang lebih kuat dari yang dulu.
raga lama? ia telah lama menguburnya. oh bukan. dia tidak menguburnya. namun raga itu sendiri yang tak mampu tuk bangkit. dan ia tak mungkin untuk selalu mengikuti raga itu bukan?
dia harus bangkit dan meninggalkannya. menemukan raga yang lebih kuat dari sebelumnya.
Let's Play! but play what?
what about if we play Truth or dare?
or play dare or dare? because no people telling the truth now.
Yeeahh, I'm Beliebers and of course today is my special day. why??
because TODAY IS JUSTIN DREW BIEBER 18 BIRTHDAY :D *yipppii
hhh.... i can't believe that today he is 18 years old already. it seems like time goes so fast, isn't it?
i just feel that yesterday he was 15 years old. and now he is 18 years old?? and woww!! you are grown so fast, honey..
he already got what he wanted. and it was because he always work hard than anyone else. and i proud of him. that's why i'm a beliebers right now.. :D
do you know that i have become a belieber since 2 years ago? yeahh.. i become a belieber since November of 2009 until now.. i knew him when i watched his One time Video in MTV channel. and wooww!! since that day i'm falling love with him.
and do you know 'again'? today i will have an english exam. TRY OUT mamen! -_-
and i was studied about english all over the night. my reason is : so, i don't have to study in the morning. because i want to make a congratulation words for my honey, Justin ofcourse. i would like to edit justin's photos in photoscape, open my Facebook and Twitter account and chatting with all beliebers with the trend topic 'Justin bieber sweet 18 birthday' :D
ok, let's back to Justin's birthday topic. well, my wish for him are :
wish justin all the best. wish justin has a long life, more clever, more handsome, more cute, more kind, more funny, more polite, more famous, more loving his God, more loving his family, more loving his gf Selena, and more more more more Loving his Beliebers ofcourse. and always believe that Beliebers always support him.
Big Big love from me, Nida BeliebersbieberShawty <3
#IndonesianBeliebersSaidHBD
#IndonesianBeliebersSaidHBD
you would never understand till you know how it feels when you are the only one that looks bad.
so, please.. don't judge me bacause of that problem. i'm not the only one who did it, dude!
Malam yang menggemparkan -_-
merasa bak pembunuh yang tengah menjadi buronan.
merasa bak pembunuh yang tengah menjadi buronan.
ya... benar apa yang dikatakannya (MF), tali itu belum putus. tapi hampir putus. :)
mungkin saya yang terlalu mendramatisir. oleh karena itu, perbaikilah secepatnya. waktu kita tidak banyak. ;)
Gemuruh hujan terdengar dalam indera ini…
Mentari pun terasa seperti tergesa gesa tuk kembali ke peraduannya…
Rasanya terlalu singkat pertemuannya dengan makluk- makhluk ciptaan-NYA di bawah sana…
Tapi tidak. Waktunya sama seperti biasa.
Hanya saja segerembolan awan mendung itu datang. Sehingga ia terpaksa menyembunyikan kilatan sinarnya yang begitu dahsyat. Mengalah pada awan mendung yang ingin menggantikan dirinya.
Jadi, mentari tak kembali dengan tergesa- gesa. Ia tetap berada di atas sana. Hanya saja, tubuhnya bergeser ke arah belakang dan membiarkan awan mendung menjadi nahkodanya.
Tidak ada yang berubah pada mentari. Lebih tepatnya belum saatnya…
Dan diwaktu yang sama Terlihat kilatan petir yang sedang memadu kasih bersama mendungnya awan…
Butiran air itu jatuh membasahi bumi, memandikan bumi yang merasakan kepenatan yang tiada tanding…
Bau tanah lembab yang khas merambat masuk ke dalam saluran penciuman. Sejuk….
Ya, kesejukan itu adalah obat mujarab tuk mengobati luka yang menganga lebar dalam rongga dada ini…
Mentari pun kembali keperaduannya. Tergantikan oleh sosok rembulan yang siap menemani serta mengawasi setiap insan di bawah sana…
malam pun mulai bertasbih kepada-NYA dalam diam. Bertwadhu bersama semilir angin malam…
mengumandangkan nama-NYA dengan khidmat dan tafakur. ..
Berserah diri sepenuhnya. Mencoba melepas rindu yang membelenggu hati dan jiwa…
Menyiapkan bekal tuk Kembali ke Haribaan-NYA. Jika waktu itu telah tiba…



