They’ll go because they got no problem
with saying
‘goodbye’
ASDFGHJKL.. ZZZ -__-
Hey MATH!! Try to solve your aljabar problem and your ‘marvelous’
family. Go by a calculator!! Don’t make me crazy, please??! I beg you -_-
They said ‘Reach your dream’
But.. how can we? The fact is they try to
break all our dream.
Let us stuck in here.
saya sudah tahu jawabannya, yeyy!!! :D
woy, woyy, woyy.. tahu tidak kalo sudah 2 minggu
terakhir pertanyaan ini selalu bergelayut indah di kepalaku?? saya sangat
penasaran dengan jawabannya! dan hampir semua penghuni 9c sudah saya tanya,
tapi sayang mereka juga indak tahu jawabannya.
saya penasaran, tidak habis pikir dengan 'pernyataan' tersebut! 'kenapa bisa kayak begitu?? kok gak sama kayak di
sini??' itulah secuil pertanyaan yang saya ingat dari seribu
pertanyaan yang sempat menggelayuti pikiranku. saya hampir putus asa. 'kok
gak ada yang tahu jawabannya yahh?? apa saya harus pergi ke sana dan menanyakannya
langsung ke orangnya?? sekalian jalan jalan gituuu :p' itu juga salah
satu pertanyaan yang 'baru' saya ingat.
Dan omigot!!! Saya lupa satu orang (gak tahu deh
ini orang ape mesin :p) !! saya lupa tanya ke om Google!! Betapa kamseupay-nya
diriku yaa ampyuun!! Di jaman modernisasi kayak gini kok bisa bisanya lupa ama
yang namanya om google -_- *lebaynya kambuh*
Dan tededenggg… saya pun segera mencari
pertanyaan ini di om google. Menuliskan kata :
‘sistem
perhitungan umur di korea selatan’
Huaaahaaaaa….. ngakak baca pertanyaan saya?? Atau
malah lemes bacanya, Karena kalian pikir ini pertanyaan menyangkut hidup dan
mati saya??? Atau yang lebih parah,
kalian nganggep saya lebay?? Eitsss.. saya nggak lebay loh!! :p sebagai seorang
siswa yang haus akan informasi global *bahh!! Harat saja*, pertanyaan yang
kalian anggep nggak penting ini sebenernya sangat penting buat saya.
Ini pertanyaan limited edition!! Pertanyaan ini
sangat jarang tuk dilontarkan. Dan bersyukurlah
kalian para readers! Karena kalian telah mengunjungi blog yang tepat. Blog yang
memposting info info yang mungkin tidak sedikitpun kalian pikirkan bahkan
pertanyakan. *ba harat lagi -_-*
Nah.. daripada bosen denger curhatan saya
nyerocos terus, mending langsung ke jawabannya aja.
Pertanyaannya itu ::
kenapa umur orang yang lahir dan tinggal di
Korea lebih tua satu tahun daripada umur internasional?? Contohnya: saya lahir
di tahun 1997, otomatis umur saya tahun ini (2012) akan menginjak 15 tahun,
tapi di Korea umur saya akan menginjak 16 tahun. Kenapa bisa seperti itu?
Jawaban dari om google ::
Karena sistem perhitungan umur di Korea tidak
mengikuti sistem internasional. Kalau kita
kan menghitung umur bayi nanti saat mereka telah 1 tahun dari kelahiran. Lain dengan
Korea. Mereka mulai menghitung umur bayi saat masih di kandungan (9 bulan dan
digenapkan menjadi 1 tahun). Jadi saat bayi itu lahir, umur bayi tersebut sudah
satu tahun, dan kita masih 1 hari.
Jadi mereka lebih cepat satu tahun dari
perhitungan umur internasional.
Akhirnya saya tahu jawabannya!! Yeyyy!!!
Oh iya, ada satu jawaban funny dari teman saya
yang namanya Hanny. Kan saya nanya tentang pertanyaan ini ke dia, dan apa yang
dia jawab??
‘ ohh..
itu mungkin karena perbedaan waktu. Mereka waktunya lebih cepat dari kita’
Opooo?? Perbedaan waktu?? mba Hannyku ku sayang, itu
ndak mungkin lah mba. Masa iya Korea ama Indonesia beda waktunya ampe satu
tahun?? xD
Bisa juga sih.. kalo Korea letaknya ada di
planet lain… heheee xD
Dan sebenernya saya juga ada pertanyaan laen
tentang Korea. Mengenai sistem pendidikan mereka. Dan saya sudah tahu
jawabannya. Tapi, jangan bosen baca entry ini yaaa?? Ini kan juga temasuk
informasi. Hehee ^^ *emang benar kan??*
Nah, sistem pendidikan di Korea Selatan itu gak
jauh beda sama kita yang di Indonesia. Mulai
dari 6 tahun di tingkat sekolah dasar, 3 tahun di sekolah menegah pertama, 3
tahun di sekolah menengah atas, dan 4 tahun di perguruan tinggi.
Tapi bedanya, kalo di Indonesia kita memulai
tahun ajaran baru di bulan Juli. Tapi kalo di Korsel mereka mulainya di bulan
Maret. Dan waktu belajar mereka di Korsel juga nyiksa abiss. Mereka masuk
sekolah dari jam 7 pagi- 10 malam. Gila kan tuh?? -_- pantes aja mereka
menempati urutan ke 11 di Dunia dalam bidang Sains. Tapi, banyak juga siswa yang memilih untuk bunuh diri saat
ujian tiba.
Kata om google juga mereka di sana lebih ke
sistem menghafal dan tidak terlalu aktif dalam kelas, tapi banyak juga yang
saat ujian mendapat nilai bagus walau tidak aktif dan bertanya. Lain dengan
indonesia. Saat di sekolah siswanya pada aktif semua untuk bertanya, eh, ujung
ujungnya saat ujian kagak ngerti mau jawab apa -_-
Pertanyaan 2 minggu terakhir akhirnya telah
terjawab. Tunggu jawaban- jawaban dari pertanyaan – pertanyaan saya selanjutnya. hohohoo xD Keep reading. Annyeong J
'hujan... hhh.. lagi lagi hujan..'
'kenapa? bukannya kau menyukai hujan??' dia bertanya pada diriku.
'ya.. aku menyukainya. sangat menyukainya malah. tapi...' kata- kataku hanya sampai kerongkongan. tercekat.
'tapi apa?'
'hujan kali ini berbeda.. hawanya terasa berbeda saat menerpa pori- pori wajahku. dingin yang menusuk. itu yang kurasakan saat butiran air bening itu menghujam kulitku. sendu yang kurasakan saat hawanya memasuki relung hatiku. tidak ada ketenangan. hanya rasa cemas yang tengah membungkus hatiku sekarang.'
'terkadang hal yang kita sangat sukai tiba tiba berubah menjadi yang paling kita benci.. dan begitupun sebaliknya..'
'apa maksudmu?? aku sama sekali tak mengerti..'
'kau akan mengerti apa yang kukatakan jika kau telah mengalaminya. jika kau telah merasakan desiran anehnya. suatu saat nanti. aku berdoa agar kau mengalaminya.'
'haa?? berdoa? agar aku mengalaminya? jangan memutar kata- katamu..'
'sudahlah.. tunggu saja saatnya..'
dia pun pergi. beranjak dari kursi putih itu. kursi yang juga tengah ku duduki sekarang.
bagaimana perasaan kalian jika kalian sedang mengekspresifkan seasuatu lalu tiba tiba ada makhluk yang berpikiran negatif tentang cara anda berekspresif?? gondokan kah, marah kah, atau biasa biasa saja??
inilah yang terjadi pada diri saya kemarin. makhkuk itu mengatakan bahwa saya hanya cari sensasi. spadaaaa?? saya cari sensasi apa?? beginilah saya. this's my self. seseorang yang selalu mengekspresifkan kegembiraannya secara berlebihan. mengarah kepada kegilaan dan kesintingan (kalau tidak percaya bisa tanyakan langsung pada teman saya syarifah :p)
'hey, saya begini sejak dulu. tapi kenapa baru komentar sekarang? kenapa baru komplain sekarang? di saat saya mulai nyaman untuk berekspresif secara liar di hadapan anda? apakah anda tahu kenapa saya memberanikan diri untuk berekspresif liar di depan anda?? karena saya pikir anda sudah tahu sifat dibalik 'kependiaman' saya. saya pikir anda sudah tahu bahwa saya itu gila di saat senang maupun stress. saya pikir anda mengerti tentang cara berekspresif saya yang liar ini. tapi ternyata tidak! anda tidak tahu sama sekali tentang cara saya berekspresif! tentang cara saya membagi kebahagiaan yang memuncak! ternyata anda tidak tahu itu. dan kemarin anda merespon tingkah laku saya secara negatif, dengan mengatakan bahwa saya cari sensasi. sedangkal itukah pemikiran anda??' itulah sekelebat pemikiran yang tengah berayun ayun ria saat saya mendengarkan komentar makhluk itu. kecewa dengan apa yang dikatakannya.
dulu saya sangat membenci orang itu. ya, membenci tingah lakunya, cara dia memandang, cara dia mencari teman, dan lain lainnya.
tapi kebencian itu mengikis sedikit demi sedikit. lambat laun kebencian itu sirna seiring berjalannya waktu, di gantikan dengan rasa sayang. walaupun dia menjengkelkan, tapi saya berusaha untuk berpikiran positif. berusaha untuk memaklumi sifatnya yang mungkin memang tidak bisa dirubah. melapangkan dada jika ia menyindir saya, memberikan seulas senyum jika ia sedang berbicara tentang idolanya. saya berusaha untuk membuang jauh jauh kebencian itu, menbuang kebencian itu ke dasar laut paling dalam.
tapi apa??? lambat laun pun dia makin menjadi jadi. makin menindas saya. makin memperolok saya. kebencian itu datang lagi setengah tahun yang lalu. tapi awalnya saya tidak mempermasalahkannya. oh mungkin hanya kebencian sesaat saja. itu yang selalu saya katakan jikalau pikiran negatif mulai menguasai otak.
tapi ternyata tidak. rasa aneh pada dirinya mulai muncul. saya merasa bahwa dia mulai menumbuhkan lagi rasa benci itu. dan saat ini puncaknya. di saat rasa jengkel saya mulai mengikis. semua telah terungkap oleh kata kata singkat namun memilukan itu. topengnya telah terlepas dan terhempas dari panggung sandiwara. semuanya jelas sudah. dia masih menyimpan kebencian dalam dirinya. dan mungkin dia tidak pernah menghilangkan kebencian itu?? entahlah. saya tidak ingin menanyakannya 'lagi'.
inilah yang terjadi pada diri saya kemarin. makhkuk itu mengatakan bahwa saya hanya cari sensasi. spadaaaa?? saya cari sensasi apa?? beginilah saya. this's my self. seseorang yang selalu mengekspresifkan kegembiraannya secara berlebihan. mengarah kepada kegilaan dan kesintingan (kalau tidak percaya bisa tanyakan langsung pada teman saya syarifah :p)
'hey, saya begini sejak dulu. tapi kenapa baru komentar sekarang? kenapa baru komplain sekarang? di saat saya mulai nyaman untuk berekspresif secara liar di hadapan anda? apakah anda tahu kenapa saya memberanikan diri untuk berekspresif liar di depan anda?? karena saya pikir anda sudah tahu sifat dibalik 'kependiaman' saya. saya pikir anda sudah tahu bahwa saya itu gila di saat senang maupun stress. saya pikir anda mengerti tentang cara berekspresif saya yang liar ini. tapi ternyata tidak! anda tidak tahu sama sekali tentang cara saya berekspresif! tentang cara saya membagi kebahagiaan yang memuncak! ternyata anda tidak tahu itu. dan kemarin anda merespon tingkah laku saya secara negatif, dengan mengatakan bahwa saya cari sensasi. sedangkal itukah pemikiran anda??' itulah sekelebat pemikiran yang tengah berayun ayun ria saat saya mendengarkan komentar makhluk itu. kecewa dengan apa yang dikatakannya.
dulu saya sangat membenci orang itu. ya, membenci tingah lakunya, cara dia memandang, cara dia mencari teman, dan lain lainnya.
tapi kebencian itu mengikis sedikit demi sedikit. lambat laun kebencian itu sirna seiring berjalannya waktu, di gantikan dengan rasa sayang. walaupun dia menjengkelkan, tapi saya berusaha untuk berpikiran positif. berusaha untuk memaklumi sifatnya yang mungkin memang tidak bisa dirubah. melapangkan dada jika ia menyindir saya, memberikan seulas senyum jika ia sedang berbicara tentang idolanya. saya berusaha untuk membuang jauh jauh kebencian itu, menbuang kebencian itu ke dasar laut paling dalam.
tapi apa??? lambat laun pun dia makin menjadi jadi. makin menindas saya. makin memperolok saya. kebencian itu datang lagi setengah tahun yang lalu. tapi awalnya saya tidak mempermasalahkannya. oh mungkin hanya kebencian sesaat saja. itu yang selalu saya katakan jikalau pikiran negatif mulai menguasai otak.
tapi ternyata tidak. rasa aneh pada dirinya mulai muncul. saya merasa bahwa dia mulai menumbuhkan lagi rasa benci itu. dan saat ini puncaknya. di saat rasa jengkel saya mulai mengikis. semua telah terungkap oleh kata kata singkat namun memilukan itu. topengnya telah terlepas dan terhempas dari panggung sandiwara. semuanya jelas sudah. dia masih menyimpan kebencian dalam dirinya. dan mungkin dia tidak pernah menghilangkan kebencian itu?? entahlah. saya tidak ingin menanyakannya 'lagi'.
Title : It’s simple just like you
Author : Lee Ha kyo (Fadlun Nida)
Main cast : Jung eun hye (imaginary), Lee jinki
Support cast : Jesicca, kim kibum, Lee hyun won
Length : Sequel
Genre : Romance, Humor, life
Rating : -15
Author Pov
Di salah satu SMA terkenal di Korea Selatan yaitu Incheon High School, ada seorang yeoja manis bernama Jung eun hye. Tapi sayang walaupun berparas manis tapi perangainya benar- benar tak karuan. jail, cerewet dan sedikit bodoh dalam pelajaran.
Namun walaupun perangainya seperti itu, tapi sebenarnya hatinya begitu baik. Hanya saja ia menyembunyikan semua sifat baiknya. Namun mengapa? Entahlah… mungkin karena ia tak mau sesuatu di masa lalu itu kembali menikamnya hanya karena kepolosan dan kebaikannya.

